Monday, September 28, 2015

Hewan Lucu Dalam Kaus


Putu Dedi Kurnia Pratama
Kenalkan Hewan Bali lewat  Desain Pezo

Menjadi anak seorang dokter hewan tidak harus menuntutnya untuk ikut terjun ke dunia kesehatan seperti profesi ibunya. Putu Dedi Kurnia Pratama lebih memilih jurusan desain komunikasi visual ketika akan lanjut ke bangku kuliah. Meski banyak teman yang menyangka ia akan mengikuti jejak ibunya, namun sang ibu dokter hewan Tuti, tidak merasa heran. Sedari kecil, pria yang akrab disapa Dedi ini memang menyukai dunia gambar, koleksi komiknya sejak kecil sudah banyak. Meskipun berbeda dengan sang ibu, Dedi kini tetap bisa berkolaborasi dengan ibunya dalam urusan pekerjaan. Setelah selesai kuliah di Surabaya pada 2012, Dedi kembali ke Bali. Pada saat itu ia ingin memilki suatu pekerjaan yang bisa dihandle sendiri seperti usaha bisnis. Awalnya ia memang ingin membuat usaha baju, namun masih bingung dengan konten apa yang bisa disukai banyak orang. “Dulu kepikiran kostum sepakbola, namun mikir lagi itu gak punya ciri khas. Kebetulan ibu berprofesi sebagai dokter hewan, jadi muncul ide mau buat baju untuk penggemar hewan, kayanya itu unik dan akhirnya disepakati,” jelas pria berdarah Bali-Jawa ini.  Usaha baju kaos dengan desain hewan itu diberi nama Pezo, gabungan antara pet dan zoo. Pezo memang dibuat untuk mereka yang memilki binatang peliharaan dan untuk mereka yang peduli terhadap satwa. Sehingga Pezo begitu cepat berkembang dan memilki komunitas sendiri, kemunitas pecinta hewan tertentu. Seperti komunitas pecinta burung, orang utan, anjing, dll. Bukan hanya komunitas pecinta hewan, desain Pezo yang lucu dan unik mampu menarik perhatian banyak orang. Pezo mulai berdiri sejak 2013 yang fokusnya pada baju kaos yang desain gambarnya khusus hewan. Agar punya ciri khas baju kaos khusus hewan, gambar hewannya didesain sendiri dengan model yang spesial. Dedi memiliki keinginan yang besar  untuk mengangkat Bali. Karya desain kaosnya berawal dari hewan-hewan khas Bali, seperti anjing Kintamani dan jalak Bali. Kini orang mengenalnya sebagai Pezo Bali. “Disketch sendiri  dan diberi nama Pezo yang merupakan singkatan dari pet dan zoo. Hewan-hewan yang menjadi desain kaosnya khusus hewan peliharaan dan satwa kebun binatang seperti binatang liar dan satwa langka,” tutur Dedi.
Beragam kendala sering bermunculan pada awal usahanya. Kendala paling utama yaitu pada modal. “Kendala awalnya memang di modal. Apalagi memakai sistem online jadi kebanyakan barangnya harus pre-order dulu,” ungkapnya.  Pertama, Dedi akan membuat desainnya, setelah itu baru dirilis, kemudian ditawarkan, setelah ada order baru akan diproduksi. “Pembeli bayar dulu, kita cetak, baru kita kirim. Modalnya memang dari nol,” imbuhnya. Dedi dan ibunya sangat bersemangat, mereka mendapat sambutan dari banyak komunitas. Sampai sekarang, edisi desain karyanya sudah sampai  38 jenis produk yang sekali rilisnya hanya ada 2 desain. Hewan yang pertama yang merupakan masternya diambil dari hewan khas Bali, karena memang ingin meniakkan image Bali. Waktu itu desain hewan pertama adalah anjing Kintamani. Setelah itu yang kedua jalak Bali. Selanjutnya masih banyak lagi hewan yang lucu-lucu. “Banar-benar ingin mengangkat Bali dulu. Sekarang sudah ada 19 hewan sejak 2013,” jelasnya.
Desain hewan tertentu juga ditawarkan ketika perayaan hari-hari spesial seperti hari kemerdekaan maupun hari valentin. Saat hari kasih sayang kemarin, desain hewan yang dirilis adalah lovebird dan tupai karena melambangkan hewan kasih sayang yang selalu hidup bersama. Banyak yang melakukan orderan sebagai hadiah valentin. Pelanggannya sangat beragam, di Bali sudah sendiri banyak, diluar Bali pun cukup banyak dan hampir seluruh kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, bahkan di beberpa pulau seperti Kalimantan, Papua, Sulawesi, Lombok, dan Flores. “Karena awalnya mahasiswa-mahasiswa dokter hewan yang pernah dibimbing Ibu saya berasal dari banyak daerah, jadi itu sangat membantu proses pemasaran, terlebih lingkungannya sangat cocok yaitu dokter hewan dan pecinta hewan,” jelas pria yang menamatkan kuliahnya di Universitas Kristen Petra Surabaya ini. Pelanggan-pelanggan di luar selalu melakukan orderan tiap kali ada liris edisi baru. Setiap kali pelanggan yang memakai bajunya kerap kali memposting di facebook sehingga dari media sosial membuat infornya cepat tersebar. Bagi Dedi, pengalaman yang paling berkesan, ketika dimina untuk berpartisipasi mengikuti  pameran pet festival atau festival anjing di Univesitas Udayana. Sampai sekarang Pezo tetap mendapat undangna tiap tahunnya. Pameran diadakan setiap Oktober, Veterinary Dog Festival. Pengalaman mempersiapkan semuanya untuk pameran sangat banyak mulai dari banner, spanduk, poster, stiker, album Pezo, dan aksesoris Pezo seperti gantungan kunci.

Orderan Setiap Waktu
Omset tidak dihitung perbulan, karna hampir setiap waktu selalu ada orderan dan produksi. Biasanya dalam jangka waktu satu setengah bulan, ketika produksi sudah dirasa cukup maka akan dirilis desain terbaru. Pre-order selalu ramai ketika desain baru saja dirilis. Sekali pre-order, dalam rentan 10 hari berikutnya baju sudah bisa diproduksi. Harga kaosnya semua Rp 85 ribu bagi pelanggan yang melakukan pre-order. Untuk yang membeli langsung harga dikenai Rp 100 ribu setiap ready stock. Desainnya bukan hanya gambar hewan, tapi juga ilmu tentang hewan itu sendiri. Setiap desain akan dberikan penjelasan tentang kehidupan hewan tersebut. Tujuannya agar orang bisa mengenal dan punya pengetahuan baru tentang hewan. Info hewan berisi dari daerah mana dan makanannya apa saja. Untuk desian yang baru saja selesai September ini adalah merak. Lengkap dengan penjelsan tentang burung cantik tersebut. Banyak desain yang sudah direncanakan, lebih seringnya akan dilemparkan tebakan dulu kepada para pelanggan setia Pezo. Dengan pertanyaan tentang ciri-ciri hewan tersebut, setiap orang yang menebak dengan benar maka akan diberikan hadiah kaos desain hewan terbaru. Desain hewan berikutnya memang sengaja disimpan agar pelanggan juga penasaran dan tertarik.

Anjing Kintamani Paling Digemari
Hewan paling banyak diminati sampai sekarang adalah anjing Kintamani, sejak didesain pertama selalu dicetak ulang sampai sekarang. Begitu juga dengan jalak Bali dan penyu hijau khas Bali. “Tujuannya memang khas Pezo Bali. Keinginan nantinya akan membuka cabang dibanyak tempat. Yang pertama harus dibangun adalah menanamkan image terlebih dahulu, sampai nanti sudah melekat kuat diketahui banyak orang,” harap Dedi. Pelanggan dari luar sudah ada seperti Australi dan Amerika, orang asing langsung pernah minta dibuatkan desain khusus. Selain itu, komunitas-komunitas hewan sering memesan secara khusus tentang hewan favorit mereka. Pezo juga mempunyai kegiatan amal “Pezo Charity”. Bagi yang mau mendapatkan baju tampa mebayarnya bisa hanya dengan menukarkan 3 buah baju bekas. Mereka yang menyumbang akan diberikan kaos Pezo gratis. Baju hasil sumbangan akan diberikan bagi yang membutuhkan dilingkungan sekitar Pezo.
Selain sibuk mengurus usahanya, Dedi juga aktif dikemunitas komik. Banyak desain komik dan karikatur yang sudah banyak dipesan orang. Beberapa penghargaan pernah diraihnya di bidang desain. Komik karyanya sudah bisa didapatkan di Toko Buku Gramedia sejak 2014. Karya komik berikutnya juga sedang dalam proses akan diterbitkan. Saat ini, ia sangat bersykur dengan hobinya yang bisa menghasilkan uang. Harapannya, Pezo bisa berkembang besar sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan, dan membawa nama Bali tentu saja. “Orang bisa mengenal Pezo sebagai kaos lambang hewan. Pelan-pelan sambil menciptakan brand.” Ungkapnya.

No comments:

Post a Comment