Saturday, July 16, 2016

pohon, kota, dan laut

 puisi-puisi yang terbit di korang minggu
  

aku datang ke kotamu

aku datang ke kotamu
dan jalan tak lagi biru
lewati rumah-rumah roti
kita akan duduk di bangku taman
melihat pejalan kaki menuju barat
pada langit yang meremang
dan baquet bunga mengembang
di sepanjang terotoar

aku ingat kau,
kekupu ungu dengan jarak ribuan mil

Bandung,  2016


pinus di suram malam 

sebuah pinus
berdiri menghadap samudera
di bawah cahaya bulan
bayangannya kelam
serupa hantu lelaki tua
bergeming di suram malam
tiap kali angin memukul dahan
daunnya bergetar penuh beban
saat badai menghantam
ia memiliki sepasang lengan
kurus kering memeluk bayangan

Bandung, 2016



dekat laut dalam

ini bukan pelayaran terakhir
selamat jalan manisku
kata semacam fotograf masa lampau
tak perlu pesta perpisahan
biar petang redup di keheningan

sementara kita memotret
tiap degup ke berapa
kenang muncul di remang dada
pada detak ke berapa ingatan
seperti denging senjakala

aku menjelma kau
menyelam merupa kau
sedang  hujan begitu sebentar
menahan rintik yang gemetar

di dekat laut dalam
kita belum lama tenggelam
pada hari yang mau malam
biarlah kecupan yang membersihkan


takdir pohon cemara

kamulah pohon cemara
kutiinggalkan di kaki bukit
di antara angin-angin selatan
sungguh Tuhanlah
membuatmu berjalan
menjauh dan mendekat
kemanapun aku pergi
karena  untukkulah
hujanmu dan kemarau
daunmu berkilau di pagi yang hangat
aku akan melihatmu meski dalam kebiruan
ketenangan terbuat dari kedalaman
masih kau dengar suara kita?
semesta yang kaya


(Terbit di Tribun Bali edisi Minggu 12 Juni 2016)